# Tingkat terbawah adalah ilmu paham# Ini merupakan wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati. Ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya. Tingkat kedua terbawah adalah #Kurang paham# Orang kurang paham akan terus belajar sampai dia pahan. Ia akan terus bertanya untuk mendapatkan simpul-simpul pemahaman yang benar. Kemudian naik setingkat lagi adalah mereka yang #Salah Paham#. Salah paham ini biasanya karena emosi yang dikedepankan, sehingga ia tidak sempat berpikir jernih. Dan ketika akhirnya mereka paham, mereka biasanya meminta maaf atas kesalahpahamannya. Jika tidak ia akan naik ke tingkat tertinggi dari ilmu paham. Nah, ini adalah tingkat tertinggi dari ilmu itu ialah #Gagal Paham# Gagal paham ini biasanya lebih karena kesombongan. Karena merasa berilmu, ia sudah tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain. Ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri. Parahnya lagi, ia tidak menyadari bahwa pemahamannya yang gagal itu menjadi bahan tertawaan orang yang paham. Ia tetap dengan dirinya bangga dengan kegagalpahamannya...."Koq paham ada di tingkat terbawah dan gagal paham di tingkat yang paling tinggi?"
Sepertinya ini momen yang paling menarik baginya. "Orang semakin paham akan semakin membumi. Ia menjadi bijakasana karena akhirnya ia tahu bahwa sebenarnya ia tidak tahu apa-apa. Ia terus menerima dari manapun ilmu datangnya. Ia tidak melihat siapa, tetapi apa yang disampaikan. Ia paham, ilmu itu seperti air dan air hanya mengalir ke tempat yang paling rendah. Semakin ia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya. Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi. Ia seperti balon gas yang berada di awan. Ia terbang dengan kesombongannya. Masalahnya ia tidak mempunyai pijakan yang kuat, sehingga mudah ditiup angin tanpa mampu menolaknya. Akhirnya ia terbawa kemana-mana sampai terlupa jalan pulang. Ia tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan dibinasakan oleh kesombongannya."
Jadi aku mengerti sekarang ......" Yang perlu diingat, akal akan berfungsi dengan benar ketika hatimu merendah. Ketika hatimu meninggi, maka ilmu jugalah yang membutakan si pemilik akal". Ternyata disitulah k bijaksana berada di dalam hatinya, dan hati uncinya. "Lidah orang dungu berada di belakang lidahnya" "Ilmu itu open ending, Makindigali makin terasa dangkal. jadi akalu ada orang merasa sudah tahy segalanya berarti tidak tahu apa-apa. * PBK.