Gumuk Pasir terletak di Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta.
Keunikan dan keindahannya menjadi ciri khas tersendiri karena di sini kita
serasa bebas di alam luas. Tidak perlu jauh-jauh pergi ke Timur Tengah maupun
Afrika, karena Indonesia pun juga punya. Selain menjadi tempat wisata, tempat
ini juga menjadi pusat penelitian dan terdapat sebuah Museum Geospatial Gumuk
Pasir yang terletak di sebelah baratnya Gumuk Pasir. Bahkan di tempat ini
rencananya akan didaftarkan ke dalam Situs Warisan Dunia oleh UNESCO WORLD
HERITAGE. Mengapa demikian? Ternyata Gumuk Pasir ini hanya satu-satunya di
kawasan Asia Tenggara dan hanya terdapat di 4 negara. Uniknya lagi seharusnya
fenomena ini terjadi pada daerah kering dan bukan di daerah tropis seperti di
Indonesia, luar biasa bukan?
Pembentukan fenomena alam ini pun sungguh menakjubkan. Berawal
dari hembusan angin yang membawa pasir-pasir dari material vulkanik Gunung
Merapi berupa batuan yang pecah hingga menjadi kerikil dan akhirnya terbentuk
butiran pasir, lalu pasir ini berterbangan ke arah laut melalui Sungai Progo
dan Sungai Opak sampai ke muara. Kemudian pasir-pasir tersebut menyatu dengan
air dan berubah menjadi butiran pasir halus. Melalui proses ribuan tahun
sehingga butiran-butiran pasir halus tersebut akhirnya menjadi sebuah Gumuk
Pasir. Sungguh cantik permukaan alam ini.
Gumuk Pasir ini berkoordinat di S8.014547° dan E110.310413°. Dengan latar
belakang kondisi alam itulah, suhu di kawasan Gumuk Pasir ini selalu
berubah-ubah sama halnya seperti gurun pasir di Timur Tengah maupun Afrika.
Saat siang hari panas di tempat ini sangat terik tapi jika di malam hari udara
akan berubah menjadi sangat dingin
Saat itu, saya dan beberapa teman saya berkelana
menuju ke gumuk ini pada sore hari. Sejuk sekali suasananya karena gundukan
pasir dan pemandangannya sangat meneduhkan mata. Di sini kami bebas beroffroad
ria, berputar-putar mengelilingi sepanjang gumuk, gila-gilaan pokoknya.
Banyak penduduk sekitar yang memanfaatkan potensi pariwisata di
gumuk ini dengan menyewakan kuda sehingga makin mirip saja keadaan di
Parangkusumo dengan Gurun Sahara. Bedanya jika di Gurun Sahara menggunakan onta
sedangkan di Parangkusumo menggunakan kuda.
Di sini kita bisa berekspresi dan menyalurkan
bakat kita terutama bagi para pecinta fotografi. Dan memang di tempat ini
sering dijadikan sebagai objek untuk lokasi syuting film, iklan, video klip,
hingga foto-foto prewedding karena keunikan dan keindahan pemandangannya sangat
unik. Dan memang waktu terbaik untuk berkunjung ke Gumuk Pasir ini saat sore
hari. Selain udaranya yang tidak begitu panas pada sore hari jika beruntung
kita juga dapat menikmati fenomena matahari terbenam, super sekali pokoknya.
Tempat ini cocok dijadikan untuk tempat bersantai atau yang
ingin melampiaskan hasratnya beroffroad ria dengan motor maupun mobil. Tentunya
waktu yang tepat untuk berkunjung adalah sore hari. Dan tempat ini juga sering dijadikan tempat latihan manasik haji oleh umat muslim yang mau berangkat haji, untuk melatih fisik dan mental calon jamaah haji. Itulah mengapa orang kemudian dengan wisata halal, karena gumuk pasir ini merupakan padang Saharanya Indonesia sebagai Manasik Haji.*** BK 1 okt 2016


Tidak ada komentar:
Posting Komentar